Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

KOTA, RUANG PUBLIK, DAN PRIVASI

Gambar
  KOTA, RUANG PUBLIK, DAN PRIVASI DI RUANG PUBLIK       Kota bisa kita pahami bukan hanya sebuah kota (sebuah ruang/tempat kaku, individualistik, tempat para kapitalis, kempetitif dan keras), tetapi kota bisa kita pahami dalam cara pandang lain. Yaitu , sebuah ruang atau tempat kehidupan, ruang dan tempat bercerita dan berbagi pengalaman. Sebuah ruang yang terbuka untuk publik, maka oleh karena itu kota yang bagus memiliki ruang publik (public space) yang bagus pula. Dari ruang publik yang bagus itu, kita bisa mengapresiasi tata kelola kota dengan lebih nyaman dan leluasa. Capek pulang kerja, kita bisa pergi keluar untuk berjalan kaki, menghirup udara segar sembari bersyukur bahwa kita masih bisa hidup dan bertahan hidup selama ini. Itulah yang menjadi salah satu tolok ukur ruang publik dan kota yang baik (good) . Ia ramah dan liveble. Ia menarik orang-orang pergi keluar, bukan malah mengisolasi mereka di rumah masing-masing. Ia menarik orang-orang berbondong-bondong...

Ketika Banjirnya Informasi Menjadi Sebuah Kutukan

Gambar
    KETIKA BANJIRNYA INFORMASI MENJADI SEBUAH KUTUKAN: BRAIN ROT DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI Dahulu kala, ketika kita menginginkan suatu informasi, maka kita perlu mengeluarkan suatu pengorbanan; pergi ke perpustakaan, pergi ke warnet hanya untuk googling , mempelajari bahasa asing (bahasa Inggris terutama) karena informasi yang menggunakan bahasa Indonesia masih sangatlah terbatas kala itu.      Namun tak demikian untuk hari ini. Ketika informasi itu membanjiri kehidupan kita, maka kita tak bisa mengontrol diri; mana informasi yang relevan, penting, dan darurat untuk saya, kehidupan saya? Pertanyaan itulah yang sulit untuk kita temukan jawabannya hari-hari ini.      Ini menjadi sebuah ironi. Dan orang-orang bilang ini adalah “paradoks akan pilihan”, ketika kita bebas memilih, informasi berserakan di luar sana, dan kita menjadi tak kuasa untuk menangis karena Tuan, Puan, dan saya menjadi bingung untuk memilih yang mana untuk dipilih. ...

KENAPA PACARAN TIDAK HARAM?

PACARAN: SEBUAH KONSEP DAN PRAKTIK SOSIAL YANG KERAP DISALAHPAHAMI OLEH KEBANYAKAN ORANG Oleh Charles Muljadi Ini adalah sebuah tulisan esai santai mengenai perspektif dan pemahaman saya soal konsep pacaran. LATAR BELAKANG Akhir-akhir ini, saya mencoba mengamati sebuah aktivitas yang—dalam pandangan saya—sia-sia, kerap dilakukan oleh kalangan remaja baik di media sosial maupun di lingkungan sekitar. Dari pengamatan itu, saya menemukan bahwa ada yang janggal dari suatu jenis hubungan yang, alih-alih sehat, justru terasa seperti racun yang menjangkiti kita semua. Hubungan yang saya maksud ialah: pacaran/berpacaran . Tadinya, saya tidak memiliki niat untuk membagikan apa yang saya pahami tentang pacaran. Namun, setelah menyaksikan fenomena ini begitu dekat, dalam lingkungan yang saya tinggali dan yang secara langsung memengaruhi pertumbuhan saya, maka saya merasa perlu menuliskannya. Perlu diingat, Tuan Puan sekalian, bahwa ini hanyalah sebuah argumentasi. Bukan kebenaran, apa...